 | Yang ku tangisi bukan kepergiaanmu,,tapi kegagalanku dalam mengikhlashkanmu. Kau yang mengerti diriku,,kau yang memahami seperti apa dan bagaimana diriku. Namun entah kenapa,, semakin kau memperdulikanku,, semakin kau memperhatikanku,, semakin pula beban ini bertambah. Masih ingat kau kisah tentang paku? Bekasnya masih jelas tampak pada kayu. begitu pula diriku,, hati ku bagaikan kayu yang telah rapuh dan tertusukoleh paku tersebut... |
0 komentar:
Posting Komentar